Kamis, 19 Juli 2012

Flu Burung


Flu Burung

Akhir-akhir ini banyak kita lihat di berbagai media massa, baik media cetak maupun media elektronik berita tentang mewabahnya flu burung di negara kita semakin semarak. Tidak hanya di negara kita, di Korea Selatan, Vietnam, Jepang, Hongkong, Belanda, Thailand, Taiwan, Kamboja, Laos, China, dan Pakistan juga terserang wabah virus penyebab flu burung ini. Virus yang diderita oleh hewan jenis unggas ini mulai menular ke manusia melalui berbagai cara. Sebenarnya apakah flu burung itu? Bagaimana gejala-gejalanya pada manusia? Dan bagaimana cara pencegahannya agar tidak terserang virus yang kabarnya mematikan itu?
Penyakit flu burung atau flu unggas ( bird flu atau avian flu) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas, baik burung, bebek, ayam serta beberapa hewan lainnya seperti babi, bururng puyuh dan burung onta.
Penyakit ini menular dari satu burung ke burung yang lain, akan tetapi manusia juga dapat tertular virus ini. Penyakit flu burung dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran burung atau unggas yang menderita influenza, dan belum terbukti adanya penularan dari manusia ke manusia lain. Virus flu burung atau avian influenza awalnya hanya ditemukan pada binatang seperti burung, bebek, dan ayam. Namun sejak tahun 1997, virus ini mulai menular ke manusia.
Virus penyebab flu burung adalah virus influenza yang termasuk tipe A sub tipe H5,H7,dan H9. Strain yang sangat virulen atau ganas dan menyebabkan flu burung adalah sub tipe A H5N1.

Penyebaran Penyakit Flu Burung.

Penyebaran flu burung jelas melintasi batas negara, tetapi walau mewabah di benua Asia, penyakit ini merupakan penyakit yang eksotis ( belum pernah ada ) di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh virus Avian Influenza jenis H5N1 yang terjadi pada unggas ini sangat mematikan dan menjangkiti pekerja atau orang yang hidup si lingkungan peternakan unggas. Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi virus ini. Jalur pantura, khususnya kabupaten Indramayu bias saja termasuk daerah yang terjangkit virus penyebab penyakit flu burung ini. Dikarenakan wilayah udaranya selama ini menjadi jalur lalu lintas jutaan burung pada saat pergantian musim. Burung dari Australia dan Eropa dalam perjalanan migrasinya yang menempuh ribuan kilometer, mengambil kepulauan Rakit sebagai tempat peristirahatan atau tempat transit. Pulau Rakit Utara, Gosong, dan Rakit Selatan atau Pulau Biawak menjadi tempat persinggahan jutaan ekor burung yang ringgal cukup lama, mereka bereproduksi dan banyak yang sampai menetaskan telurnya.
Hasil penelitian sementara Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan Dirjen P2MPLP, serta Departemen Kesehatan RI pada tanggal 1-3 Februari 2004 di sejumlah wilayah Indonesia belum menemukan kasus flu burung pada manusia.
Melihat kenyataan ini sebaiknya masyarakat tidak perlu panik dan khawatir dengan adanya kasus flu burung di Indonesia, akan tetapi harus tetap waspada, terutama bagi kelompok yang beresiko seperti para pekerja peternakan, dikarenakan di negara lain virus ini telah menular pada manusia.
Flu burung bias menulari manusia bila manusia bersinggungan langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung. Virus flu burung hidup di saluran pencernaan unggas, unggas yang terinfeksi dapat pula mengeluarkan virus ini melalui kotoran yang kemudian mengering dan hancur menjadi semacam bubuk. Bubuk inilah yang dihirup oleh manusia atau binatang lain.
Menurut WHO, flu burung lebih mudah menular dari unggas ke manusia disbanding dari manusia ke manusia lain, kecuali jika virus flu burung tersebut bermutasi dan bercampur dengan virus flu pada manusia.
Virus ditularkan melalui air liur dan kotoran unggas. Penularan pada manusia karena kontak langsung seperti menyentuh unggas secara langsung, juga dapat terjadi melalui kendaraan yang mengangkut binatang itu di kandangnya, atau dari alat-alat peternakan dan pakan ternak tersebut. Penularan dapat juga terjadi melalui pakaian, termasuk sepatu para peternak, dan pada saat kegiatan jual beli ayam hidup di pasar, serta berbagai macam mekanisme lainnya.
Dan perlu ditegaskan lagi, penularan dari unggas ke manusia berasal dari unggas sakit yang masih hidup dan menular, sedangkan unggas yang telah dimasak dan digoreng tidak menularkan flu burung ke orang yang memakannya, dikarenakan virus flu burung akan mati dengan pemanasan 80 derajat selama 1 menit.  

Tanda dan Gejala Flu Burung


Tanda dan Gejala pada Unggas

Gejala flu burung pada unggas sangat bervariasi, tergantung dari keganasan virus, lingkungan dan keadaan unggas sendiri. Gejala yang timbul seperti jengger berwarna biru, kepala bengkak, sekitar mata bengkak, demam, diare, tidak mau makan, gangguan pernafasan ( batuk dan bersin). Gejala awal dapat berupa gangguan reproduksi berupa penurunan produksi telur dan unggas mati tanpa gejala. Kematian unggas dapat terjadi 24 jam setelah timbulnya gejala diatas.

Tanda dan Gejala pada Manusia

Gejala flu burung pada dasarnya adalah sama dengan flu biasa lainnya, hanya cenderung lebih sering dan cepat menjadi parah. Gejala tersebut seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, sampai infeksi pada selaput mata. Bila keadaan memburuk dapat terjadi severe respiratory distress yang ditandai dengan adanya sesak nafas yang hebat dan mengarah ke infeksi paru-paru ( pneumonia ).

Pencegahan terjangkitnya flu burung


Penularan flu burung dapat dicegah dengan meningkatkan kebiasaan pola hidup yang sehat, dan ini sangat penting. Secara umum pencegahan flu tentunya tetap menjaga daya tahan tubuh, makan makanan dengan gizi yang seimbang dan sesuai jawdal, istirahat teratur, serta dengan olah raga yang teratur.
Penanggulangan terbaik saat ini memang berupa penanganan langsung pada unggas, yaitu pemusnahan unggas atau burung yang terinfeksi flu burung, dan memberikan vaksinasi bagi unggas yang belum terinfeksi virus ini. Pada manusia dianjurkan untuk :

  1. Pada peternak dan pedagang unggas
·         Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi setelah bekerja.
·         Hindari kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung.
·         Menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan pakaian kerja.
·         Meninggalkan pakaian kerja di tempat kerja.
·         Kotoran dari saluran cerna unggas harus ditanam atau dibakar agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang disekitarnya.
·         Kandang dan kotoran tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan.
·         Alat-alat kerja yang digunakan dalam peternakan harus dicuci dengan desinfektan.
·         Bersihkan kandang dan alat transportasi yang membawa unggas.
·         Lalu lintas orang keluar masuk kandang dibatasi.
·         Imunisasi untuk unggas yang sehat.

  1. Untuk Masyarakat Umum
·         Menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup.
·         Tidak mengimpor daging ayam atau sejenisnya dari tempat yang diduga terkena wabah flu burung.
·         Mengolah unggas dengan cara yang benar, pilih unggas yang sehat dan masak daging ayam atau unggas sampai suhu 80 derajat Celsius selama 1 menit, serta memasak telur unggas sampai dengan suhu 64 derajat Celsius selama 5 menit.

HEPATITIS B


HEPATITIS B

Bila hepatitis A bersifat akut, sebaliknya dengan Hepatitis B. Penyakit infeksi pada hati disebabkan oleh virus Hepatitis B kronik dan infeksius. Penyakait ini dapat berakibat fatal, karena tanpa penanganan dan pengobatan yang baik mempunyai resiko tinggi terjadinya komplikasi seperti mengerutnya jaringan hati (cirrosis hepatitis) sampai timbulnya kangker hati (hepatoma).
Penyakit ini menyerang manusia dan seringkali tidak menampakkan gejala pada awalnya, jadi seringkali seseorang tidak mengetahui kalau dalam tubuhnya terdapat virus Hepatitis B. Tetapi virus ini suatu saat akan aktif sehingga gejala pun akan muncul.
Penyakit ini cukup berbahaya, bukan saja bagi penderita, tapi juga bagi orang lain yang hidup di lingkungannya.
Pada keadaan akut, gejala awalnya mirip penyakit influenza, seperti demam, lemas, lesu, setelah itu muncul rasa mual muntah serta nyeri kepala dan otot. Warna air seni pun jadi kecoklatan dan sebagian tubuh terutama kulit dan mata akan terlihat kuning. Bila dilakukan pemeriksaan pada organ hati akan tampakn pembesaran pada hati.
Selain terdapat pada hati dan darah, virus Hepatitis B juga terdapat pada cairan-cairan tubuh seperti air liur, keringat, sperma, serta cairan vagina. Oleh karena itu penularan cairan penyakit ini bisa terjadi lewat banyak cara, mulai tranfusi darah, penggunaan jarum suntik, lewat selaput lendir mata dan hidung, atau melalui alat kelamin dengan hubungan seksual. Selain itu dapat  juga melalui luka yang terbuka di tubuh, bahkan penggunaan bersama alat-alat rumah tangga yang bisa melukai seperti pisau cukur atau gunting kuku.
Pada ibu hamil yang menderita penyakit ini dapat menularkan penyakitnya kepada janin yang dikandungnya, sehingga janin akan lahir dengan membawa bibit penyakit Hepatitis B.  Penularan biasanya terjadi pada saat proses persalinan, misalnya pada saat dilakukan pengguntingan jalan lahir (episiotomi), pada saat ini akan terjadi  kontak langsung antara luka-luka kecil pada tubuh bayi dengan darah ibu yang memang sudah terkontaminasi dengan virus Hepatitis B.
Sebenarnya resiko penularan Hepatitis B pada ibu hamil ke janin dapat dicegah dengan pemeriksaan  dan deteksi penyakit secara dini. Bila dengan pemeriksaan ibu hamil terbukti terinfeksi virus hepatitis B, setelah melahirkan dianjurkan si bayi segera divaksin Hepatitis B.
Infeksi Hepatitis B yang menyerang orang dewasa, Insya Allah 90 % akan bisa sembuh sempurna dengan pengobatan dan perawatan yang baik, sebaliknya akan menjadi kronis  bila infeksi viru ini menyerang pada masa bayi.
Pencegahan dengan vaksinasi dapat dilakukan pada orang dewasa, terutama pada kelompok yang beresiko tinggi seperti dokter, para medis dan tenaga laboratorium yang selalu kontak dengan produk darah yang biasa saja mengandung virus Hepatitis B. Selain itu vaksinasi juga diperlukan bagi keluarga penderita penyakit ini dan pasien yang selalu melakukan tranfusi darah atau cuci darah (hemodialisa).
Penanganan yang dilakuakan pada penderita Hepatitis B aktif bertujuan untuk memperbaiki fungsi hati serta membunuh virus Hepatitis B dan mencegah perkembang biakan virus. Pada mereka yang sudah terdeteksi di dalam tubuhnya terdapat virus Hepatitis B non aktif dianjurkan untuk melaksanakan pemeriksaan darah secara berkala untuk dapat mendeteksi secara dini bila harus virus tersebut teraktivasi, oleh karena seseorang yang terserang virus Hepatitis B juga memiliki resiko tinggi terkena kanker hati.

HEPATITIS C

Bukan hanya virus Hepatitis B  saja yang menular, penyakit yang disebabkan virus Hepatitis C ini pun bisa menular, cara penularannya sama yaitu melalui darah, sperta serta cairan vagina.
Seperti Hepatitis A dan B, bila tidak diatasi dengan baik Hepatitis C juga tidak langsung menampakkan gejalanya. Biasanya gejala awal yang timbul adalah sekedar tidak enak badan yang sering hilang dengan sendirinya atau setelah minum obat-obatan. Tetapi pada keadaan akut akan muncul rasa lemas, mual serta demam, setelah itu sebagaimana penyakit Hepatitis lainnya, kulit tubuh, kuku serta mata mulai berwarna kuning dan air seni pun berwarna kecoklatan .
Seperti juga Hepatitis B, bila tidak diatasi dengan baik, Hepatitis C dapat menjadi kronik dan beresiko tinggi terjadinya komplikasi yang dapat menyebabkan pengerasan hati sampai terjadinya kanker hati (Hepatoma).
Dengan perawatan dan pengobatan yang baik, penderita Hepatitis C bisa sembuh dan fungsi hati akan bekerja sempurna kembali, akan tetapi virus ini tidak bisa hilang sempurna, adakalanya masih terus berkembangbiak dan bersembunyi dalam hati.
Sayangnya vaksinasi untuk virus ini masih belum ada. Untuk itu disarankan untuk menjaga pola hidup dan memperbaiki kebiasaan-kebiasaan yang dapat memicu tertularnya virus Hepatitis C, misalnya menjaga kebersihan, tidak menggunakan peralatan rumah tangga yang dapat melukai tubuh seperti pisau cukur secara bersamaan dengan penderita dan jangan mengkonsumsi minumah berakohol.
Penanganan terhadap penyakit Hepatitis C mirip dengan Hepatitis B. Selain berusaha mengembalikan kerja dan fungsi hati, apabila ada peradangan hati yang tidak terlalu berat, penderita dianjurkan banyak istirahat dan mengatur pola makan yang menunya bergizi serta berolahraga ringan dan berobat secara teratur. Dengan demikian, daya tahan tubuh penderita akan menjadi lebih kuat dan virus pun tidak punya kesempatan untuk aktif.
Sesungguhnya Allah menurunkan obat dan penyakit. Dan menjadikan setiap penyakit ada obatnya, mka berobatlah kamu sekalian tapi jangan berobat dengan-barang haram”     
  

  

  
  

MANFAAT ASI BAGI IBU & SI KECIL


 
MANFAAT ASI BAGI IBU & SI KECIL

Menanggapi pertanyaan pembaca Mayara melalui SMS, tentang manfaat ASI(Air Susu Ibu) bagi bayi dan ibu meyusui , kami akan mencoba untuk menjelaskan secara lengkap apa saja manfaat ASI bagi bayi maupun bagi ibu yang menyusui bayinya.
Lebih dari sekedar menyehatkan dan memperkuat ikatan cinta, pemberian ASI ternyata adalah suatu proses simbiosis mutualisme antara ibu dan bayi yang berlaku sepanjang masa.
Kemampuan manusia berkomunikasi telah dipelajari sejak dini, di mulai ketika janin menendang-nendang perut ibunya dan disambut oleh usapan lembut tangan si ibu. Ketika si kecil lahir , kemesraan komunikasi ini berlanjut ketika sang bayi melakukan kontak mata ketika di susui ibunya.
Dari berbagai penelitian, kontak mata dan isapan si bayi yang disusui terbukti dapat merangsang refleks. Seletih apapun tubuh ibu, otot-ototnya serentak mengendur dan tak jarang ibu tertidur saat menyusui. Dan tak heran jika ibu menyusui akan tampak segar meski harus sering terbangun dimalam hari.
Lebih lanjut ditemukan, kontak mata dan hisapan ini juga mengirim berbagai sinyal ke titik produksi ASI ditubuh ibu, ibarat hidangan yang kita pesan dirumah makan, secara ajaib sinyal-sinyal itu berfungsi sebagai pesan agar ASI yang tersaji sesuai dengan saat yang diinginkan, pada suhu yang pas untuk disantap, dan dalam porsi yang sesuai dengan kebutuhan si bayi.
Pemberian ASI seolah tak henti menyingkapkan keajaiban. Setiap tahun riset tentang pemberian ASI eksklusif selalu mengukuhkan manfaat, bahkan menemukan hal baru yang mendukung pembarian ASI. (pemberian ASI eksklusif berarti pemberian ASI selama 6 bulan pertama dan setelah itu bisa diteruskan bila perlu disertai makanan tambahan).
Mungkin anda sudah banyak tahu tentang ASI sebagai gizi terbaik, optimal, dan protektif terhadap bayi. Namun, penelitian mutakhir juga menyikap selain bermanfaat bagi bayi, pemberian ASI juga menguntungkan ibu menyusui bayinya. Inilah beberapa manfaat  menyusui bagi bayi dan ibu, baik jangka pendek dan jangka panjang
Manfaat ASI Bagi Bayi.
  • Gizi Prima
Susu  manusia baik untuk anak manusia, susu sapi baik untuk anak sapi. Kadar dan komposisi ASI sempurna bagi pencernaan, perkembangan otak, dan pertumbuhan bayi selanjutnya. Sedangkan susu sapi mengandung jenis protein yang berbeda. Kadar dan komposisinya memang sempurna bagi anak sapi, tetapi anak manusia tidak selalu bisa sempurna mencernanya. Meski susu formula lebih banyak mengan dung protein, perlu diketahui seluruh protein yang terkandung dalam ASI dapat terserap oleh pencernaan bayi, sedangkan sekitar separuh dari protein susu sapi keluar lagi dari tubuh bayi. Demikian juga beberapa mineral penting. ASI mengandung 100 jenis zat gizi yang tidak ditemukan di dalam susu formula
·         Memberikan rasa aman dan nyaman
Bayi yang baru lahir  hanya bisa melihat pada jarak 30 sampai 40 cm saja. Dan pada jarak bayi itu pula yang aman antara bayi yang menyusuhi dengan wajah ibunya. Banyak penelitian mengungkapkan bahwa bayi usia 1 minggu sudah dapat mengenali aroma ASI ibunya. Ia bisa menolehkan kepalanya ke arah kain yang telah ditetesi ASI ibunya. Kontak mata dan tubuh bayi dan ibu waktu menyusuhi ini memberikan kehangatan dan keberadaan ibu yang penting bagi fondasi rasa aman dan nyaman untuk pertumbuhan emosi yang sehat bagi bayi.
Menyusui bukan saja memberi makan tubuh bayi, tetapi  memastikan nutrisi tak tergantingkan bagi kesehatan emosi dan jiwanya hingga dewasa kelak.
Manfaat ASI Bagi Ibu
·         Ekonomis & Praktis
Tidak perlu susah mensteril botol, tidak perlu membeli susu formula yang harganya cukup mahal, dan tidak perlu repot menyiapkan susu botol bila si kecil menangis minta minuman di malam hari. Tetapi ibu bisa langsung menyusuhi sambil terus berbaring. Memang sang ibu akan menjadi sering lapar  dan mwmbutuhkan makanan ekstra , tetapi dibandingkan harga susu formali , makanan tambahan buat ibu jauah lebih murah, terlebih bila dibandingkan khasiat dan gizi ASI yang lebih unggul.
·         Melangsingkan
Ibu yang menyusui lebih mudah menurunkan berat badan yang melar    sewaktu hamil, karena menyusui bisa membuang kalori yang berlebihan.
·         Memuliakan rahim & Melindungi perdarahan
Hormon oksitosin yang di keluarkan ibu ketika menyusui bisa merangsang kontraksi otot rahim. Kkontraksi-kontraksi ini bisa menutup pembuluh darah yang pecah selama kehamilan atau putus saat melahirkan. Kontraksi rahim ketika menyusui juga bisa membantu pemulihan dan penyusutan rahim secara lebih cepat dan kembali kebentuknya semula.
·         Melindungi dari resiko terkena kanker payudara.
Pemberian ASI ternyata mengurangi resiko terkena kanker payudara pada kaum ibu pramenopause hingga 11% (untuk pemberian ASI 4 hingga 12 bulan) dan 24% pada wanita yang memberikan ASI hingga 24 bulan. Selain itu pengaruh positif pemberian ASI juga dalam mengurangi resiko kanker indung telur, anemia karena kekurangan zat besi, dan rapuhnya tulang terutama tulang paha.
·         Mengurangi stres
Hormon oksitosin yang dikeluarkan ketika menyusui merangsang otak ibu untuk rileks dan mencurahkan cintanya pada bayinya. Dengan menyusui bayi, ibu juga terpaksa akan istirahat dari kegiatan rutinnya. Ia bisa melakukan sambil duduk dengan rileks atau berbaring, sehingga acara menyusui dapat dijadikan saat-saat bersanti bagi ibu, dan merupakan waktu yang menyenangkan dan menenangkan.
·         Vaksin alami.
Lebih dari 80% sel yang terkandung dalam ASI merupakan sel-sel kekebalan yang membunuh bakteri, jamur, dan virus.
Bayi yang disusui terlindung dari penyakit-penyakit separti pneumonia (radang paru-paru), botulisme (keracunan makanan karena eksotosin atau racun yang dibentuk oleh kuman), bronchitis (radang cabang tenggorokan), dan infeksi bakteri lainnya. Tubuh ibu juga memproduksi antibodi terhadap segala penyakit yang ada dilingkunganya. Antibodi ini akan ditransfer kedalam ASI dan melindungi bayi dari penyakit-penyakit tersebut.
Penelitian baru mengungkapkan, bahwa ASI juga kaya akan protein CD – 14 yang merangsang pembentukan sel-sel kekebalan yang penting bagi tubuh dalam melawan penyakit.
·         Merangsang kecerdasan.
Seorang ilmuwan di Selandia Baru, melakukan penelitian IQ pada 143 anak usia 7-8 tahun, dengan berat badan waktu lahir kurang dari 1500 gram. Anak-anak yang dimasa bayinya diberi ASI selama 8 bulan atau lebih, memiliki nilai IQ 6 angka lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan ASI selama itu.
·         Menyehatkan jantung.
Sebuah jurnal medis, The Lancet, melaporkan penelitian Institute of Child Health disebuah rumah sakit di London, yang membuktikan pemberian ASI pada anak-anak yang lahir premature memberikabn perlindungan terhadap resiko terjadinya tekanan darah tinggi di usia dewasa kelak, yang merupakan salah satu penyebab dari timbulnya serangan jantung.
·         Mencegah kegemukan.
 Dai penelitian seorang ilmuwan dari Amerika Serikat bahwasanya anak-anak usia 14 tahun keatas yang mendapatkan ASI selama 6 bulan pertama sewaktu bayi, ternyata lebih jarang yang menderita kelebihan berat badan dibandingkan mereka yang hanya diberi ASI selama 3 bulan saja. Penelitian sudah pula mempertimbangkan factor kegemuken lain seperti asupan kalori, kebiasaan olah raga, dan berat badan ibu mereka. Diduga, ASI memberikan pengaruh positif pada metabolisme tubuh di bandingkan susu formula.
·         Aman bagi pencernaan dan Reaksi Alergi.
Di dalam pencernaan bayi yang disusui sendiri oleh ibunya, ditemukan banyak Lactobifillus bifidus, merupakan bakteri menguntungkan yang dapat mencegah pertumbuhan organisme berbahaya. Bayi yang mendapatkan ASI terbukti jarang yang terkena inveksi saluran pencernaan dan alergi, selain itu pencernaan bayi juga aman dari kemungkinan diare yang mungkin disebabkan peralatan susu formula yang kurang bersih atau tidak steril.


Dalam penjelasan diatas dapat kita simpulkan betapa banyak manfaat Air susu Ibu bagi si kecil anda juga kepada anda yang menyusuinya, didalam Al-Qur’an telah dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 233, yang artinya. “para ibu sebaiknya menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi siapa yang ingin mencukupkan masa penyusuan dan kewajiban ayah memberi nafkah dan pakaian kepada ibu dengan cara yang layak. Seseorang tidak dapat dibebani kecuali menurut kadar kemampuanya. Seorang ibu tidak boleh diberati karena anaknya, juga seorang ayah tidak boleh diberati karena anaknya. Dan kewajiban ahli waris seperti kewajiban ayahnya. Maka apabila kedua ayah bunda akan mengyerah (menyapih) sebelum dua tahun dengan kerelaan dan musyawarah keduanya maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anak-anakmu pada orang lain juga tidak berdosa, jika kamu membayar dengan cara yang layak dan bertakwalah kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah melihat segala perbuatanmu.”